Reuni Kami (Ikang Fawzi & Marissa Haque)

Dari UI (Universitas Indonesia), (Usakti) Universitas Trisakti, (Unika Atma) Universitas Katolik Atmajaya, (UGM) Universitas Gajah Mada, IPB (Institut Pertanian Bogor), OU (Ohio University), SMA Negri 8, SMA Negri 3, SMP Negri 73, SD Nasional Palembang, Sekolah Indonesia di Tokyo, dan lain sebagainya...

Ikang Fawzi dalam Tahun Pertama di FISIP-Universitas Indonesia

Ikang Fawzi dalam Tahun Pertama di FISIP-Universitas Indonesia
Angkatan '79, Ikang Fawzi dalam Tahun Pertama di FISIP-Universitas Indonesia

Kekasihku dari Dulu hingga Kini, Ikang Fawzi dalam 25 Tahun Hidupku

Kekasihku dari Dulu hingga Kini, Ikang Fawzi dalam 25 Tahun Hidupku
Kekasihku dari Dulu hingga Kini, Ikang Fawzi dalam 25 Tahun Hidupku

Reuni Pertautan Hati Kami, Setahun Dua Kali Merayakan Pernikahan (Ikang & Icha)

Reuni Pertautan Hati Kami, Setahun Dua Kali Merayakan Pernikahan (Ikang & Icha)
Dalam Setahun Dua Kali Ikang Fawzi & Marissa Haque Merayakan HUT Pernikahan, yaitu Pernikahan pada: (1) 3-7-1986; dan (2) 12-4-1987

Ikang Fawzi dalam "Panggil Aku Valina" (Karya adjie Soetama)

Berumah Tangga's Style Addie MS dan Ikang Fawzi dalam REUNI 2010

Berumah Tangga's Style Addie MS dan Ikang Fawzi dalam REUNI 2010
Serupa Tapi Tak Sama, Pasca 25 Tahun Berikutnya, Gaya Berumah Tangga's Style dari Addie MS dan Ikang Fawzi
Tampilkan postingan dengan label rano karno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rano karno. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Februari 2012

Marissa Haque Fawzi: REUNI dengan Teman-teman Program Doktor IPB (2012)

Thursday, March 01, 2012 07:50 AM

Entertainment

Marissa Grace Haque Graduates with a Doctorate

Theresia Sufa, The Jakarta Post, Bogor | Wed, 02/29/2012 4:53 PM
Marissa Grace Haque. (Courtesy of the Bogor Institute of Agriculture)
Marissa Grace Haque. (Courtesy of the Bogor Institute of Agriculture)Celebrity Marissa Grace Haque graduated with a doctorate from the Bogor Institute of Agriculture’s (IPB) natural resource management and environment studies on Wednesday.

“I am majoring in environmental study focusing on illegal logging. The research was conducted in Riau because it is the sexiest region, geographically,” Marissa said after the graduation ceremony inside Grawida Hall at the Darmaga campus in Bogor.



When asked why she chose environmental studies, the wife of rock-star Ikang Fawzi said that it was because of her academic background in legal and business studies.

“My thesis statement was ‘crime is driven by economy, while the vehicle is politics’,” she said.

She also said that she would leave for East Timor on March 5 after being invited by the country’s agriculture and women’s empowerment ministries to commemorate World Women’s Day.

Marissa said that she would stay in East Timor for 10 days, while being involved in various discussions related to environmental and women’s empowerment issues.

“Environmental issues are very important because there are three things which can make human survive: water, air and food,” she said.

“These three things are getting reduced. Water sustainability is already damaged while food is getting scarcer due to the bigger population.” (nvn)

Source: http://www.thejakartapost.com/news/2012/02/29/marissa-grace-haque-graduates-with-a-doctorate.html


"Marissa Haque Fawzi: REUNI dengan Teman-teman Program Doktor IPB (2012)"

Kamis, 14 Juli 2011

Reuni Shahnaz Haque (Adik Marissa Haque) dengan Dunia PARENTING


Shahnaz Haque saat talkshow.
Foto : Iman Edison

Rabu, 04/05/2011 18:44 WIB

Parenting

Sumber: http://family.ghiboo.com/shahnaz-haque-butuh-banyak-informasi-dalam-mengasuh-anak

Shahnaz Haque Butuh Banyak Informasi Dalam Mengasuh Anak

Oleh : Cecilia
​Jakarta - Rabu (4/5/2011) ini, artis Indonesia Shahnaz Haque berbagi pendapatnya mengenai pengalamannya sebagai ibu terkait dengan layanan kesehatan terbaru dari Nokia Life Tools di Bapindo Plaza, Sudirman.

Saat berbicara pada talkshow peluncuran aplikasi layanan kesehatan Nokia Life Tools, perempuan yang juga bertindak sebagai brand ambassador Nokia Life Tools tersebut, aplikasi yang berupa informasi kesehatan keluarga melalui telepon seluler ini memiliki banyak manfaat. Shahnaz mengakui, sebagai seorang ibu, dia membutuhkan banyak informasi mengenai anak.

"Saya merasakan sekali, bahwa menjadi seorang ibu, informasi kesehatan itu sangat penting," ujarnya. Selain penting, hal tersebut menenangkan sang ibu. Ia akan tenang menghadapi anak yang tiba-tiba panas, mengetahui bagaimana menyusui dengan baik, dan masih banyak lagi.

Dia tidak hanya membicarakan mengenai keluarga-keluarga di kota-kota besar, namun juga mencakup banyak daerah terpencil di seluruh Indonesia. Shahnaz memberi contoh, warga di NTT sangat haus akan informasi. Cara meraih informasi di tempat terpencil adalah melalui telepon seluler.

Handphone saat ini bukan lagi sebuah barang elektronik mewah, namun juga menjadi kebutuhan pemenuh dahaga informasi, termasuk mengenai kesehatan. Informasi yang benar dibutuhkan agar orangtua tidak lagi termakan mitos-mitos yang salah dalam mengasuh anak, agar penanganan kesehatan pada anak bisa sesuai dan tepat waktu.

"Dengan informasi yang tepat, ibu bisa merasa nyaman, siap menjadi seorang ibu, karena kesehatan dalam keluarga banyak ditentukan oleh ibu," jelas Shahnaz.

Bagaimana, Mama? Apakah Anda sudah memiliki informasi yang cukup dan tepat untuk si kecil dan seluruh keluarga?

(Ghiboo)

Reuni Shahnaz Haque (Adik Marissa Haque) dengan Teknik Lingkungan UI

Shahnaz Haque
Kembali ke Khitah 

Sumber: http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/05/10/PT/mbm.20100510.PT133493.id.html

SETELAH sepuluh tahun, Shahnaz Haque akhirnya kembali ke bidang teknik lingkungan yang dulu ditekuni semasa kuliah. Akhir bulan lalu istri penabuh drum Gilang Ramadhan ini didapuk sebagai petugas hubungan masyarakat Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI). "Aku 'dijewer' dosen pengujiku, disuruh kembali ke khitah supaya ilmu enggak karatan," ujar perempuan 37 tahun itu.

IATPI merupakan komunitas di bawah Kementerian Pekerjaan Umum yang beranggota profesor dan dosen teknik penyehatan lingkungan. Sebagai petugas humas, Shahnaz diminta ikut mengedukasi masyarakat mengenai sanitasi dan kesehatan lingkungan. Dia mengaku sempat canggung sewaktu harus bicara di depan 150 mahasiswa Universitas Indonesia. "Seperti orang yang lama enggak nyetir disuruh nyetir," katanya.

Sudah lama Shahnaz memang ingin belajar kembali. Namun kesibukan kerja dan mengasuh tiga putri kecil membuat impiannya tertunda. Tawaran IATPI menjadi pelipur hati. Saking senangnya menerima tawaran, dia sampai lupa menanyakan honor sebagai petugas humas. "Serasa kembali ke rumah," ujarnya. Sejauh-jauh bangau terbang, akhirnya kembali ke sarangnya juga.